Penalaran matematika dalam AKM didefinisikan sebagai kemampuan merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan masalah yang melibatkan aspek kuantitatif untuk mendukung pengambilan keputusan yang logis dan sistematis. Kemampuan ini sangat menekankan penggunaan matematika dalam konteks nyata, sejalan dengan framework PISA, dan ditopang oleh tiga elemen utama: proses (aktivitas kognitif ketika menyelesaikan masalah), konten (substansi materi), dan konteks (situasi/ruang lingkup masalah). Proses kognitif yang diukur meliputi: memformulasikan masalah, menerapkan konsep/prosedur, dan menginterpretasikan hasil sesuai konteks.
Lihat Bank Soal:Kumpulan Bank Soal Penalaran MatematikaDalam UTBK 2025, pengukuran penalaran matematika mengombinasikan konten, proses kognitif, dan konteks, dan mencakup empat domain utama:
- Bilangan: representasi berbagai jenis bilangan, sifat urutan, dan operasi hitung.
- Pengukuran dan Geometri: penalaran tentang bangun ruang/bidang, pengukuran (luas, volume, satuan pokok & turunan), serta penalaran spasial (arah, koordinat).
- Data dan Ketidakpastian: penyajian dan interpretasi data, pemahaman variasi, peluang, ketidakpastian, serta kemampuan menarik inferensi dari data.
- Aljabar: persamaan dan pertidaksamaan, relasi dan fungsi (termasuk pola bilangan), rasio dan proporsi, dengan penekanan pada penerjemahan masalah kontekstual ke model aljabar dan penafsiran kembali hasilnya.
Secara keseluruhan, penalaran matematika dipandang sebagai kemampuan menggunakan pengalaman belajar matematika di kelas untuk menyelesaikan beragam masalah dalam kehidupan nyata secara terstruktur dan bermakna.











Hapus Komentar?
Apakah Anda yakin ingin menghapus komentar ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.
Komentar